Bismillahirrohmaanirrohiim...
Terhitung sejak Maret 2020 lalu, beberapa kegiatan sengaja kami tunda demi keselamatan dan kenyamanan bersama. Kegiatan yang sifatnya berkerumun dan melibatkan banyak orang untuk sementara waktu tidak kami laksanakan. Kegiatan seperti membaca Rotibul Haddad bersama, silaturrahmi bergilir ke setiap anggota ANSOR/BANSER/DENWATSER, penanaman Furudhul 'Ainiyyah ke musholla-musholla, bahkan ngopi bareng pun sengaja tak kami lakukan.
Meski secara berjemaah kami tak melaksanakannya, namun masing-masing kami tak putus mengerjakan amaliyah-amaliyah NU, sendiri maupun bersama anggota keluarga di rumah. Masing-masing kami tetap membaca rotib, membaca tahlil, menanamkan Furudhul 'Ainiyyah pada diri sendiri dan keluarga, serta amaliyah-amaliyah lainnya.
Setelah berbulan-bulan kegiatan kami liburkan akibat pandemi yang sedang melanda negeri, akhirnya kami pun rindu. Rindu melaksanakan kegiatan bersama lagi. Rindu pertemuan-pertemuan kami lagi. Rindu segalanya.
Apakah rindu ini adalah kekuatan yang sengaja dikirim untuk kita? Agar kita mampu kembali bergerak? Wallahu a'lam.
Di era New Normal, kami yang semakin mengerti bagaimana menjaga diri dari paparan covid-19 mulai mengkoordinasikan beberapa kegiatan yang mungkin bisa kami gerakkan kembali via grup whatsapp GP ANSOR SUMBERANYAR. Beberapa kegiatan seperti Furudhul 'Ainiyyah dan Rotibul Haddad mulai bergerak kembali. Sampai akhirnya kami merencanakan pertemuan akbar kami pada Senin 21 September 2020 di kediaman sahabat Jumari.
Alhamdulillah, pada waktu yang sudah ditentukan banyak dari anggota ANSOR/BANSER/DENWATSER RANTING SUMBERANYAR yang berkesempatan hadir. Tak tanggung-tanggung pertemuan akbar kami benar-benar terasa akbar berkat kehadiran petinggi PAC BANYUPUTIH yakni sahabat Abd. Halim selaku Ketua dan sahabat Moh. Musfiq selaku Bendahara.
Pertemuan kami, alhamdulillah berjalan lancar dan sukses. Menghasilkan beberapa hal yang harus ditanamkan, diistiqomahkan dan digerakkan oleh dan kepada kader ANSOR/BANSER/DENWATSER SUMBERANYAR.
Beberapa yang ditanamkan, diistiqomahkan dan digerakkan adalah:
- Perlunya kesamaan persepsi antar anggota ANSOR/BANSER/DENWATSER RANTING SUMBERANYAR dalam menyikapi kegiatan dan permasalahan yang ada.
- Lupakan ego pribadi, kita fokus pada perjuangan.
- Perlunya koordinasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk menghidupkan kembali tradisi amaliyah NU yang akhir-akhir ini banyak yang hilang seperti pembacaan Aqoid Saeket, Rotibul Haddad dan fikih dasar di musholla dan masjid.
- Dalam setiap pertemuan harus menyanyikan Mars Subbanul Wathan, ANSOR dan BANSER agar tertanam semangat perjuangan.
- Keinginan untuk membuat kantor atau tempat pertemuan agar para kader bisa leluasa bertemu dan menyampaikan ide-ide juga langkah apa yang harus dilakukan dalam GERAKAN PEMUDA ANSOR SUMBERANYAR.
- Ahad 27 September 2020 akan diadakan BAKSOS, bersih-bersih kuburan.
Syukur alhamdulillah, semoga 6 poin di atas mampu kami tanam juga mampu kami gerakkan bersama dengan nama besar ANSOR juga restu para muassis NU.
Amin amin yaa robbal 'alamin.



Komentar
Posting Komentar